Sunday, May 31, 2026

PEMBANGUNAN JALAN USAHA TANI (JUT) NAGARI LANSEK KADOK BARAT

Meningkatkan Akses Pertanian untuk Mendorong Kesejahteraan Masyarakat

Pemerintah Nagari Lansek Kadok Barat terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilaksanakan adalah pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) dengan total anggaran sebesar Rp80.000.000,- (Delapan Puluh Juta Rupiah).

Kegiatan ini dilaksanakan secara swakelola oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Nagari Lansek Kadok Barat dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai bentuk pemberdayaan dan pelaksanaan pembangunan yang partisipatif. Pekerjaan direncanakan berlangsung selama kurang lebih 45 (empat puluh lima) hari kalender sejak dimulainya pelaksanaan kegiatan.

 


Sebagian besar masyarakat Nagari Lansek Kadok Barat menggantungkan sumber penghidupannya pada sektor pertanian dan perkebunan. Namun, keterbatasan akses jalan menuju area pertanian sering menjadi kendala dalam proses produksi maupun distribusi hasil panen.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Nagari untuk menetapkan pembangunan Jalan Usaha Tani sebagai salah satu program prioritas yang bertujuan:

  • Mempermudah akses menuju lahan pertanian dan perkebunan.
  • Memperlancar distribusi hasil panen.
  • Menurunkan biaya angkut hasil pertanian.
  • Mendukung peningkatan produktivitas petani.
  • Mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nagari.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.


Pembangunan Jalan Usaha Tani di Nagari Lansek Kadok Barat merupakan bentuk komitmen Pemerintah Nagari dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan dukungan Dana Desa sebesar Rp80 juta, pelaksanaan secara swakelola oleh TPK, serta keterlibatan aktif masyarakat selama 45 hari kalender, diharapkan infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nagari yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.








 

Monday, October 6, 2025

PENDAMPING DESA AKAN DAMPINGI KOPDES MERAH PUTIH

 

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyiapkan tenaga pendamping desa, melalui peningkatan kapasitas dan pengetahuan mengenai koperasi, untuk mendampingi para pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dalam menjalankan beragam unit usaha.

Menurut Nugroho, para pendamping desa itu akan mendampingi Kopdes Merah Putih pada setiap hari guna memastikan pelaksanaan beragam unit usaha di dalamnya dapat berjalan dengan baik.

Hal itu sekaligus menjadi upaya untuk mendorong Kopdes Merah Putih dapat dikelola secara profesional. Dengan demikian, Kopdes dapat meraih keuntungan yang bermanfaat bagi kesejahteraan di desanya, bahkan menghindari Kopdes dari keadaan gagal membayar pinjaman di bank Himbara.

Kemendes akan menurunkan SE. Semua TPP Kemendes Wajib mendampingi KDMP. Tidak boleh mengelak. Kalo ada TPP yang mempersulit dan tidak mau memfasilitasi, Laporkan TPP tsb ke saya. Kita akan evaluasi TPP tsb," kata Nugroho Setijo Nagoro, Dirjen PDP Kemendes dalam sesi Zoom Meeting tentang Menindaklanjuti Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 10 Tahun 2025 tentang Mekanisme Persetujuan Dari Kepala Desa dalam rangka Pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih pada hari senin 6 Oktober 2025

Saturday, October 4, 2025

Kecamatan Rao Selatan

 


Mengenal Kecamatan Rao Selatan: Asal Usul, Topologi, dan Potensi Wilayah

Kecamatan Rao Selatan merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Kawasan ini memiliki kekayaan budaya dan keindahan alam yang khas, serta sejarah yang menarik untuk dipelajari.
Asal Usul Kecamatan Rao Selatan
Rao Selatan secara administratif dibentuk sebagai pemekaran dari kecamatan Rao yang sebelumnya cukup luas. Pembentukan kecamatan ini bertujuan agar pelayanan pemerintahan dan pembangunan dapat lebih terfokus dan efektif. Nama “Rao” sendiri berasal dari tradisi dan bahasa Minangkabau yang berkembang di daerah tersebut, mencerminkan identitas budaya masyarakat setempat yang kuat.
Topologi dan Luas Wilayah
Topologi Rao Selatan didominasi oleh daerah perbukitan dan dataran tinggi, yang memberikan pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk. Wilayah ini juga memiliki sejumlah sungai kecil yang mengalir, mendukung aktivitas pertanian masyarakat. Luas wilayah Kecamatan Rao Selatan sekitar 120 kilometer persegi, menjadikannya salah satu kecamatan dengan wilayah cukup luas di Kabupaten Pasaman.
Penduduk dan Struktur Administratif
Penduduk Rao Selatan sebagian besar adalah suku Minangkabau dengan tradisi adat yang masih kental dijaga. Jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 25.000 jiwa, dengan mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan pengrajin lokal.
Secara administratif, Kecamatan Rao Selatan terdiri dari 6 Nagari dan 18 Jorong. Setiap Nagari memiliki peran penting dalam mengelola pemerintahan adat dan sosial masyarakat, sementara Jorong berfungsi sebagai unit terkecil dalam struktur administrasi lokal.
Nama Pejabat Kecamatan


Untuk menjalankan roda pemerintahan, Kecamatan Rao Selatan dipimpin oleh Camat yang saat ini dijabat oleh Bapak Khairul Insan, SP. Beliau dikenal aktif dalam mengembangkan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya.
Kesimpulan
Kecamatan Rao Selatan adalah sebuah wilayah yang kaya akan budaya dan potensi alam. Dengan sejarah yang kuat dan struktur pemerintahan yang terorganisir, kawasan ini terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui berbagai program pembangunan. Keindahan topologinya serta kearifan lokal yang terjaga menjadikan Rao Selatan tempat yang menarik untuk dikunjungi dan dipelajari lebih lanjut.
Semoga informasi ini dapat memberikan gambaran lengkap tentang Kecamatan Rao Selatan dan memotivasi pembaca untuk lebih mengenal daerah ini.